29 Januari, 2009

Mari Kita Sambut 2009


Yeremia 29 : 11
Hidup adalah bagaikan sebuah perjalanan. Dikala kita tidak pernah awali, maka tidak akan pernah kita sampai pada sebuah titik akhir. Garis ” start ” adalah langkah awal sebagai penentu untuk kita menginjakkan kaki di garis ” finish ”. Kehidupan kita ibarat sebuah perjalanan jauh yang tidak dapat ditentukan mata sejauh mana jaraknya yang harus ditempuh.

Akan tetapi mata rohani kita sangat jelas mengetahui bahwa garis final perjalana hidup ini adalah sebuah kepastian yaitu sorga alam kekekalan. Mengidentikkan hidup sebagai sebuah perjalanan tentu jalur lintasan yang dilewati benar-benar bervariasi. Namanya sebuah lintasan hidup tentu membutuhkan berbagai tuntututan : waktu harus dipersiapkan, tenaga siap terkuras, fokus yang maksimal, kelihaian dalam melintas, stamina yang kuat dan sebagainya, adalah faktor internal yang harus dipenuhi. Faktor luar yang menghalangi perjalanan juga beraneka ragam : cuaca, area perjalanan yang bergelombang dan berliku-liku, rintangan sesama pejalan dll.
Maka dapat dipastikan perjalanan hidup ini tidak pernah luput dari tantangan dari pihak dalam yaitu manusiawi kita, juga tantangan luar yang akan menghalangi perjalanan menuju garis akhir. Sesungguhnya ”hidup itu berat” kata judul perikop kitab Ayub pasal tujuh. Maka dapatlah dipastikan perjalanan tidak akan pernah berakhir tanpa sebuah tuntunan dan pertolongan. Karena itu pilihan tepat harus punya seorang sang mentor.
Sang mentor atau guru yang baik bukan sekedar ahli berteori dan memberi rumus penyelesaian, tapi siap terlibat bahkan ambil alih beban hidup yang berat yang dipikul muridnya. Manusia dibawah kolong langit ini tentu tidak akan pernah kita temui seorang mentor sejati yang sedia memikul beban kita. Datang pada Yesus (Matius 11 : 28-29 ) adalah solusi mendapatkan guru yang baik.
Tahun 2009 adalah lintasan perjalanan yang kita akan lalui, mata tidak dapat menelusur, tapi bayangan perjalanan 2009 yang berbukit-bukit, terjal, berliku-liku paling tidak melintas dialam pikiran. Jalur dan lintasan perjalanan yang kurang bersahabat terlalu lama kalau kita benahi, namun minimal kita sebagai pejalan yang melintasinya memiliki persiapan. Kalau jalur jalan yang rusak, itu bukan urusan kita, itu adalah sekehendak pemilik jalan. Yang menjadi urusan kita adalah bisa berjalan, melalui, bahkan sampai pada garis finish sekalipun beresiko. Butuh stamina yang tinggi, dan suplemen rohani harus dikonsumsi supaya 2009 terlalui dengan kemenangan.
Berbagai suplemen yang harus dikonsumsi, sebagai dasar awal mari kita perhatikan suplemen rohani sebagai berikut.
1.Melangkah Dalam Visi
Visi adalah mimpi kita dalam pengharapan di dalam Tuhan. Mimpi adalah setengah dari cita-cita, cita-cita adalah setengah dari rencana, rencana adalah setengah dari kerja keras dan kerja keras adalah setengah dari keberhasilan. Berati saat kita tetap ada dalam visi, kita sedang ada dipertengahan perjalanan menuju kesuksesan yang sebentar lagi akan tiba. Kita hanya mengerjakan separuh dari pergumulan.
2.Bertindak Dengan Iman.
Jangan gegabah, upayakan segala apapun tindakan kita, melibatkan Tuhan itu lebih pasti. Kekuatan manusiawi, hanya bagai perangsang saja tapi iman yang kokoh adalah satu kepastian. Berharap pada Tuhan menuntun jiwa semakin semangat, dibanding berharap pada manusia yang mendatangkan kekecewaan.
3.Berkarakter Seturut Ilahi.
Teladanilah aku, seperti aku meneladani Yesus ( 1 Kor 11 : 1 ). Berkarakter seperti Yesus berarti murid sejati yang manunggal dengan pribadinya. Karakter seperti yesus merupakan satu kebanggaan khusus bagi Bapa sebab itu merupakan buah dan hasil kesungguhan mengikut Tuhan. Karakter yang berkenan pada Tuhan menjadi syarat mutlak bagi Allah untuk menunjukkan mujizatNya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

FEED BURNER

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

BUKU TAMU

Name :
Web URL :
Message :

FEED

Yo yo Boys and Girls mari Dukung Doa dan Dana Untuk Pembelian Tanah Gereja dan Pembangunan. BETHANY PEKALONGAN kami ; Sebab Pelayanan Kasih Yang Berisi Pemberian ini bukan Hanya Memcukupkan Keperluan-Keperluan orang Kudus, Tetapi juga melimpahkan Ucapan Syukur Kepada ALLAH. 2 Kor 9;12