05 Januari, 2009

MANUKWARI DIGUNCANG GEMPA

 
MANOKWARI – Dua kali gempa besar dan lebih dari seratus kali gempa susulan kemarin mengguncang Manokwari dan Sorong, Provinsi Papua Barat, serta Biak, Provinsi Papua. Akibatnya, ratusan rumah warga, belasan hotel, puluhan fasilitas pemerintah, dan rumah ibadah rusak. Data sementara, gempa itu menelan empat korban jiwa.
Hingga tadi malam, warga masih mengungsi. Ada yang tidur di kantor bupati, Kodim 1703, Lapangan Barorsi, dan membuat tenda di depan rumah masing-masing. Warga yang tinggal di pantai juga mengungsi ke bukit.
Gempa pertama terjadi pukul 04.43 WIT. Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Sorong mencatat, gempa pertama berkekuatan 7,2 skala Richter. Pusat gempa pada posisi 0,42 lintang selatan (LS), 132 bujur timur (BT), kedalaman 10 km, dan berjarak 135 km barat laut Kota Manokwari. Gempa itu berlangsung sekitar 30 detik yang menyebabkan warga panik dan berhamburan keluar rumah. Warga yang berdiam di pesisir pantai, seperti di Borobudur, Wirsi, Kwawi, Fanindi, Sanggeng, dan Wosi, mengamankan diri. Mereka mengungsi ke tempat yang lebih tinggi karena takut terjadi tsunami.

Gempa pertama itu mengakibatkan Yolanda, 10, warga Kota Manokwari, tewas tertimpa tembok pagar kampus STIH. Guncangan pertama tersebut juga merusakkan sejumlah bangunan rumah, kantor, gedung sekolah, dan fasilitas lainnya. Beberapa orang dilarikan ke rumah sakit dengan luka berat maupun ringan. Mereka tertimpa reruntuhan bangunan, terkena pecahan kaca, dan terjatuh dari tangga.
Beranjak siang, warga mulai sedikit tenang. Namun, pukul 07.33 WIT, tiba-tiba terjadi guncangan lebih besar. Gempa berkekuatan 7,6 skala Richter kembali terjadi. Gempa kedua itu mendekati Kota Manokwari. Yakni, berada pada 0,88 LS, 133,38 BT, kedalaman 10 km, dan hanya berjarak 76 km dari Kota Manokwari. Akibatnya, belasan hotel yang berada di Kota Manukwari ambruk dan rusak parah. Kantor Gubernur Papua Barat yang baru setahun di resmikan mengalami retak-retak.
Gempa kedua tersebut makin membuat panik warga. Apalagi, ada isu akan terjadi tsunami.
Penduduk di sekitar Kampung Makassar, Wosi Pantai, lari ke halaman kantor bupati. Warga di Anggrem dan Brobudur berlari ke arah kawasan Briwijaya. Jalan-jalan ramai orang berlarian.
Dandim 1703 Letkol Irham Waroiham dan Kapolres AKPB Pit Wahyu terjun langsung menenangkan warga. ’’Tenang…tenang, tidak ada tsunami, jangan panik,’’ ujar Kapolres sambil melambai-lambaikan tangan ke arah warga yang berlarian.
JPNN melaporkan, berdasar data dari Pos Penanggulangan Bencana Alam Provinsi Papua Barat, hingga tadi malam pukul 19.00 WIT, tercatat ratusan bangunan rusak. Yakni, 166 rumah, 12 gereja, satu masjid, enam gedung sekolah, dan lima hotel. Beberapa jembatan dan ruas jalan juga mengalami rusak ringan.
Bupati Manokwari Dominggus Mandacan meminta warga tetap waspada karena sewaktu-waktu bisa terjadi gempa susulan. Dia berharap agar warga tidak tidur di dalam rumah. Rumah dinas bupati Manokwari juga rusak. ’’Rusak parah, tidak bisa ditinggali lagi,’’ katanya Sementara di Tokyo, Jepang, Reuters melansir bahwa genpa Manokwari ternyata memicu tsunami kecil di pantai Jepang, yang tidak menimbulkan kerusakan. Berdasarkan data BMG Jepang, tsunami setinggi 50 sentimeter itu terlihat dari pantai di Kepulauan Okinawa.
Manokwari dan sejumlah daerah di sekitarnya, merupakan daerah yang rawan gempa. Pasalnya, kota yang menghadap Laut Pasifik itu merupakan tempat pertempuan sejumlah lempeng bumi: lempeng Australia, Eurasia, Pasifik, dan Filipina, yang membuat Manokwari gampang bergetar hingga hampir tiap hari diguncang gempa. SUMBER BATAM POST

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

FEED BURNER

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

BUKU TAMU

Name :
Web URL :
Message :

FEED

Yo yo Boys and Girls mari Dukung Doa dan Dana Untuk Pembelian Tanah Gereja dan Pembangunan. BETHANY PEKALONGAN kami ; Sebab Pelayanan Kasih Yang Berisi Pemberian ini bukan Hanya Memcukupkan Keperluan-Keperluan orang Kudus, Tetapi juga melimpahkan Ucapan Syukur Kepada ALLAH. 2 Kor 9;12