05 Januari, 2009

Konflik Gaza Isrel Palesteina

Militer Israel mulai memborbardir Palestina 27 Desember 2008, sebagai balasan atas serangan roket yang dilancarkan pasukan Hamas di Gaza. Gempuran Israel---hingga berita ini ditulis---telah menewaskan lebih dari 430 warga Palestina, menurut data yang dilansir dari PBB. Sedangkan Israel kehilangan empat warganya.
Dalam serangan terakhirnya, militer Israel telah membom dua kediaman mata-mata Hamas, di mana bangunan-bangunan tersebut juga digunakan untuk penyimpanan senjata dan merancangkan serangan. Sedangkan, beberapa pos Hamas, kamp pelatihan, dan situs peluncuran roket, juga menjadi target serangan Israel.
Serangan Israel juga telah menghancurkan Sekolah Internasional Amerika, sekolah elit di Gaza yang tidak berhubungan dengan pemerintah AS, yang menyebabkan penjaganya tewas. Dalam serangan terpisah, dua warga Palestina meregang nyawa, sedangkan empat orang lainya, termasuk seorang pemimpin militer Hamas, tewas karena luka-lukanya.
Video serangan Israel di Jalur Gaza


Seruan PBB
Sementara itu, badan bantuan PBB, UNRWA, yang merupakan badan bantuan terbesar di Jalur Gaza, mengatakan lembaganya kembali menyalurkan makanan, meskipun serangan Israel memasuki hari keenam.
Beberapa bangunan publik di Gaza menjadi sasaran serangan Israel
Beberapa bangunan publik di Gaza menjadi sasaran serangan Israel
Israel mengatakan dalam dua puluh serangan udara semalam, mereka menyerang kantor-kantor pemerintah Hamas.
Di antara gedung yang rusak berat adalah gedung parlemen dan kementerian kehakiman, tranportasi dan pendidikan.
Serangan terbaru ini dilangsungkan setelah pertemuan Dewan Keamanan PBB usai tanpa pengesahan atas resolusi gencatan senjata yang diusulkan negara-negara Arab.
Sekjen PBB Ban Ki Moon meminta agar gencatan senjata segera ditempuh.
"Saya sangat mengecam dengan keras serangan mortir dan roket Hamas dan milisi Palestina lainnya. Tetapi saya juga mengecam penggunaan kekerasan yang berlebihan pihak Israel," kata Ban Ki Moon.
Tak dipungkiri, gempuran Israel telah menimbulkan kerusakan infrastruktur di Gaza, termasuk mengakibatkan lumpuhnya pasokan air dan energi. Namun, sejak Jumat kemarin (2/1), pemerintah Israel bermurah hati dengan membuka perbatasan dan mengijinkan sekitar 300 warga Palestina yang memiliki paspor, untuk meninggalkan kediaman mereka yang sedang terkepung oleh pelbagai bencana itu. sumber http://www.bbc.co.uk/indonesian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

FEED BURNER

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

BUKU TAMU

Name :
Web URL :
Message :

FEED

Yo yo Boys and Girls mari Dukung Doa dan Dana Untuk Pembelian Tanah Gereja dan Pembangunan. BETHANY PEKALONGAN kami ; Sebab Pelayanan Kasih Yang Berisi Pemberian ini bukan Hanya Memcukupkan Keperluan-Keperluan orang Kudus, Tetapi juga melimpahkan Ucapan Syukur Kepada ALLAH. 2 Kor 9;12