22 Januari, 2009

Kisah Orang Samaria Yang Baik

Cerita mengenai orang Samaria yang baik hati mungkin kita tidak pernah menyadari, bahwa orang yang terluka karena dirampok dan dipukuli serta hampir mati itu ada di dekat kita Orang ini ditinggalkan dalam keadaan sekarat, nyaris mati, dan tidak ada pengharapan. Anda akan menemukan wajah terkejut yang penuh darah, basah dan kesepian. Dalam kisah ini Yesus menjelaskan bahwa empati yang dalam telah menggerakkan hati orang Samaria ini untuk membantu. Hal ini bisa diterjemahkan sebagai belas kasihan. Jauh di dalam hatinya ia digerakkan oleh empati dan kepedulian.

Yesus mengisahkan cerita ini kepada seorang ahli Taurat yang menanyakan kepadanya, apa yang harus diperbuatnya untuk mendapatkan hidup kekal.
Maka ujar Yesus sambil kata-Nya, "Bahwa adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; maka jatuhlah ia ke tangan penyamun, yang merampas pakaiannya serta memukul dia, lalu pergi meninggalkan dia hampir mati. Kebetulan turunlah dengan jalan itu juga seorang imam; apabila dilihatnya dia, maka menyimpanglah ia melintas dia.
Sedemikianpun seorang suku bangsa Lewi, apabila sampai ke tempat itu serta terpandang akan dia, maka menyimpanglah ia melintas dia. Tetapi seorang Samaria, yang sedang berjalan datang ke tempat ia terhantar; apabila terpandang akan dia, maka jatuhlah kasihannya, lalu ia menghampiri dia serta membebatkan lukanya, sambil menuang minyak dan air anggur ke atasnya; setelah itu ia pun menaikkan dia ke atas keledainya sendiri, lalu membawa dia ke rumah tumpangan, serta membela dia. Pada keesokan harinya dikeluarkannya dua dinar, diberikannya kepada tuan rumah tumpangan itu sambil katanya: Belakanlah dia, dan barang apa yang engkau belanjakan lebih daripada itu aku ganti, apabila aku datang kembali."
Orang Samaria adalah orang yang dimusuhi dan dibenci oleh orang Yahudi. Karena itu, si korban dalam kisah Yesus ini sama sekali tidak mengharapkan pertolongannya, namun dari ketiga orang yang melihatnya, justru orang inilah yang turun tangan dan bersedia menolongnya.
Orang Samaria ini mengambil resiko itu. Ia tahu kemungkinan ia akan dibenci oleh orang Yahudi yang ditolongnya, tetapi ia tetap menolong.
Kita harus mempertajam kepedulian terhadap orang-orang yang terluka dan memerlukan bantuan di sekitar kita, yang teramat membutuhkan bantuan. Perjalanan dan pekerjaan di sepanjang kehidupan terkadang berbahaya. Dan terkadang kita pun membutuhkan seorang Samaria yang baik hati hadir dalam kehidupan kita

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

FEED BURNER

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

BUKU TAMU

Name :
Web URL :
Message :

FEED

Yo yo Boys and Girls mari Dukung Doa dan Dana Untuk Pembelian Tanah Gereja dan Pembangunan. BETHANY PEKALONGAN kami ; Sebab Pelayanan Kasih Yang Berisi Pemberian ini bukan Hanya Memcukupkan Keperluan-Keperluan orang Kudus, Tetapi juga melimpahkan Ucapan Syukur Kepada ALLAH. 2 Kor 9;12