15 Januari, 2009

George W Bush : Perdamaian di Gaza Bergantung pada Hamas


Amerika Serikat (AS) terus membaharui dukungan pada Israel dalam konflik melawan Hamas. Ini dipertegas oleh Presiden George W. Bush yang hari Senin (12/1) kemarin menyatakan bahwa gencatan senjata di Jalur Gaza bisa terjadi apabila Hamas menghentikan serangan roketnya ke permukiman Israel, seperti yang diberitakan Reuters.

Konflik Hamas-Israel yang bergulir sejak 27 Desember 2008, telah menewaskan lebih dari 900 orang rakyat Palestina---kebanyakan warga sipil dan 400 di antaranya adalah wanita dan anak-anak---dan memasuki hari ke-18, pasukan Israel kian memperkuat cengkraman mereka di kota Gaza. Ini sesuai dengan instruksi Perdana Menteri Israel Ehud Olmert, yang mengatakan bahwa mereka akan terus menyerang selama diperlukan.
Israel memang tidak sekadar sesumbar. Pasukan militer, teng, pesawat tempur dan helikopter, sedikitnya telah melancarkan serangan sebanyak 25 kali. Begitu pula dengan penembak jitu yang bergerilya di sekeliling Kota Gaza dan memasang perangkap ranjau. Sedangkan, pejuang Hamas, tak henti-hentinya menembakkan roket-roket ke Israel, meski mereka tengah terhimpit dan berada dalam situasi yang rentan terhadap serangan sewaktu-waktu.
Sementara, saat para diplomat di seluruh dunia tengah bekerjasama dengan pemerintahan Mesir untuk rencana gencatan senjata, jurubicara pasukan militer Israel menyatakan bahwa mereka tengah memasuki babak ke-3 dalam peperangan melawan Hamas, usai serangan udara yang dilanjutkan dengan baku tembak di daratan.
Jika Israel bersikukuh akan terus menggempur Hamas, pimpinan Hamas melalui tayangan televisi dan siaran di radio, sesumbar bahwa kemenangan ada pihak mereka, dan mengatakan bahwa arwah-arwah korban perang akan menghantui Bush.
Menanggapi pernyataan tersebut, Bush menyatakan bahwa Hamas harus bertindak untuk mengakhiri penderitaan yang dialami sekitar 1,5 penduduk kota Gaza. “Gencatan senjata di Jakur Gaza berarti Hamas menghentikan serangan roketnya ke Israel. Dan saya percaya bahwa pilihan itu ada di tangan Hamas,” aku Bush.
Sejatinya, Menteri Luar Negeri Tzipi Livni dan Menteri Pertahanan Ehud Barak, sepakat untuk mengehntikan konflik tersebut sesegera mungkin. Tapi, ide itu ditentang habis-habisan oleh Olmert lantaran Hamas dinilai tidak punya itikad baik menghentikan serangan roket dan penyelundupan senjata melalui terowongan yang dibangun di bawah perbatasan Mesir-Gaza. “Kami ingin Hamas memahami bahwa tidak ada kemungkinan untuk menyelundupkan senjata ke Gaza, sebab, setiap percobaan (penyelundupan) akan dihadapi dengan keras oleh orang-orang Israel!” tegas Olmert.
Pimpinan Hamas di Gaza, Ismail Haniyeh, melalui televisi mengatakan bahwa mereka siap bernegosiasi untuk gencatan senjata asalkan pihak Israel menarik semua pasukan mereka dan menghentikan blokade di Gaza.
sumber :http://www.glministry.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

FEED BURNER

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

BUKU TAMU

Name :
Web URL :
Message :

FEED

Yo yo Boys and Girls mari Dukung Doa dan Dana Untuk Pembelian Tanah Gereja dan Pembangunan. BETHANY PEKALONGAN kami ; Sebab Pelayanan Kasih Yang Berisi Pemberian ini bukan Hanya Memcukupkan Keperluan-Keperluan orang Kudus, Tetapi juga melimpahkan Ucapan Syukur Kepada ALLAH. 2 Kor 9;12